Hard Voice

aku dikaruniai suara kerasbahkan mungkin teramat keras, saking kerasnya sampai memekakkan bagian terdalam dari alat pendangaran initapi kenapa? untuk bicara denganmu aku massih belum mampuaku terbisu dengan seribu kebisuankuaku bingung, bagaimana caranya agar aku dapat berkomunikasi denganmu dan dengan hatimuaku lelah mencari cara untuk mengutarakan semuanyaaku begitu polos dengan permainan inipadahal kita terlalu dekat, tapi kenapa? aku tak bisa menggapaimu walau hanya berapa senti sajaaku ingin jadi malaikatmu yang membisikan "pilihlah perbuatan yang baik, disana ada yang melihatmu"yahhh seperti malaikat, tidak terlihat, berbisik saja tidak mampu untukkubetapa tololnya aku. . .membiarkanmu sendiri di dalam kegelapan itumaaf maaf maafkan aku, aku tak bisa menjaga dan melindungimuaku hanya berharap esok hari akan terang walau hujan akan datang kembali. saya akan berjuang untuk cinta yang tak pernah mengkhianati saya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sebuah Jalan

"Dingin, kenapa hati mereka begitu dingin" ujar salah satu anak jalanan yang bernama gentar, harapan kedua sebelum meninggal biar menjadi anak yang tangguh.
"biasa lah, aku sudah sering menemui orang dewasa yang seperti itu??"ujar adiknya estari. 
"hahahahhahaha...." mereka berdua tertawa. umur mereka masih sangat muda, yahh muda sekali, sekitar 7 tahun, mereka dibesarkan oleh jalanan. jalanan memang luas kawan tak kalah luas dengan langit di atas sana. 
hari mulai padam mereka pulang ke rumah mereka masing-masing, yahh rumah, rumah yang sangat indah dan romantis, jika malam kau bisa melihat cahaya bintang dan jika hujan kau akan terselimuti kedinginan, di emperan toko dengan kasur-kasur coklat yang keras. tetapi mereka dengan asyiknya dapat memejamkan mata.
hari sudah terang kembali dengan bunyi kokokan ayam mereka bergegas pergi sebelum sang majikan toko murka, mereka berdua terlalu takut untuk itu.
hmmmm, "ka, ayo kita bersenang-senang hari ini" ajak estari.
ayoo. . 
lalu mereka bertebaran dijalanan bernyanyi untuk melanjutkan hidup yang indah ini.
brukkkkkk, "kakak ada orang ketabrak mobil" teriak estari
gentar hanya berdiri melongo melihatnya, tak ada yang mau mendekati korban, orang dewasa itu sibuk jalan di jalanan raya ini seolah-olah berjalan di jalan mereka sendiri-sendiri.
tolonggggggg~tolonggggg ada orang ketabrakkkk gentar berteriak sekencang-kecangnya. . . . 


kita memang mempunyai jalan hidup kita masing massing tetapi kita juga wajib memperhatikan yang ada disekitar kita, hidup memang perlu kebahagiaan  tapi hidup juga butuh ketentraman atas sesama.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MOTIVASI :)

Nae Kkumul (my dream)

Aku telah menulis seratus mimpi, menuliskannya pada secarik kertas usang. Kertas yang tidak begitu berharga. Tapi, percayalah apa yang aku tuliskan sangat, sangat berharga. Aku ingin mengikuti jejak seperti mahasiswa ITB yang pergi ke jepang itu.
Salah satu yang aku tulis adalah aku ingin S2 di korea selatan dengan beasiswa. Aku sangat ingin pergi ke negara itu, menimba ilmu di sana. . Emmm, aku mulai menyukai negeri ginseng itu semenjak duduk di bangku SMA, mulai dari boyband, aku salut dengan mereka yang training bertahun-tahun tetapi belum tentu debut, mengejar yang tak pasti, bertahun-tahun meninggalkan orang tua untuk ketidakpastian. Juga tidak direspon dengan penyesalan. Tidakkk mudah bukannn???? Tentu lah. .
Aku pun menyukai dramanya . . dan kemudian aku menyukai semuanya. . aku mulai mempelajari bahasanya.. kata per kata. . abjad per abjad . . sulit memang sulit apalagi tidak ada tutor, tetapi aku selalu yakin aku bisa  . .aku pasti bisa menguasainya.
Aku mulai sedikit bisa menuliskan nama yahh. . sedikit sekali kemajuannya setelah bertahun-tahun belajar bahasanya, dan saya hanya bisa menuliskan nama sendiri ketika kuliah duduk di bangku semester tiga.
Yahh saya menyadari kini saya sudah kuliah, sedikit meninggalkan impianku itu atau mungkin hanya kita anggap “obsesi” sesaat saja, sampai satu saat ada teman dekatku main ke kosku, dan kami bercerita-cerita riang. Kemudian aku mendengar dia berbicara seperti ini “aya, kenapa yaa ko aku percaya kamu bisa ke korea selatan, suatu saat nanti” begitu katanya, aku tersontak kaget , yahh memang dia tahu bahwa aku menyukai negeri itu dan mempelajari bahasanya, tetapi aku kaget dan aku membatin. Dia orang yang pertama kali mengakui keterampilanku atau bahkan mungkin obsesiku seperti yang mereka-mereka katakan hanya obsesi saja. . hidup ini memang nyata, semuanya akan berubah ketika kamu merubahnya. .tapi yakinlah akan sesesuatu yang kamu kejar. . mungkin bukan hari ini tapi besok pasti akan ada jalan. . akuilah kalau dirimu hebat lebih dari apa yang kamu pikirkan . .walau banyak kelemahan . .because i only human.. tetap semangat menjalani hidup^^

Saat ini aku mungkin belum pergi ke negeri ginseng itu tapi aku mendapat pejaran yang sangat berharga . .


Jeongmal gomawo uri chingu J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

IKI loh :)

Kutu 
( kutipan bermutu)

Musisi harus menciptakan musik.
Pelukis harus menggoreskan lukisannya.
Penyair harus melukis sajaknya.
Mereka harus melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri.
Seseorang harus menjadi apa yang mereka bisa jadi.
( Abraham Maslow ).

Tips Machiavelli untuk leadership

“ Seorang pemimpin yang ingin menegaskan dirinya harus mampu bertindak jahat ( tegas ), jika hal itu diperlukan.”
“ Jika seorang pemimpin mau mendapat nama baik di antara orang - orang lain karena kemurahan hatinya, pangeran itu justru harus memamerkan kemurahan hatinya  itu secara megah; dengan melakukan hal itu seperti seorang pangeran akan selalu memakai sumber - sumber kekuasaannya dan dia akan dipatuhi.”
“ Manusia tak begitu segan melecehkan orang yang membuat dirinya dicintai daripada orang yang membuat dirinya ditakuti......”
“ Seorang pemimpin tak boleh mencuri harta rakyatnya, karena manusia lebih mudah melupakan kematian ayahnya daripada kehilangan bagian warisannya.”
“ Tak ada cara lain untuk melindungi diri dari penjilatan selain membiarkan orang membuka dirinya sendiri dan menyatakan kenyataannya kepadamu tanpa melukai dirimu.”

Tips Pascal Untuk kebahagiaan

“Kebesaran seorang manusia tak boleh diukur menurut usaha luar biasanya, melainkan menurut perilaku hariannya”
“Banyak manusia memperoleh kepribadiannya hanya dengan jalan bahwa mereka jatuh lagi dan lagi ke dalam kesalahan yang sama.”
“Jika kita mencintai, kita akan tampak lain di hadapan diri kita sendiri daripada sebelumnya.”

Tips Locke untuk orang tua efektif

“ Barang siapa ingin bahwa putranya mempunyai respek terhadapa dirinya dan mengikuti petunjuknya, dia sendiri harus memiliki perhatian besar untuk putranya itu”
“ Pengasuhan membuat perbedaan besar diantara manusia”
“Orang membentuk tanaman lewat kultivasi, manusia lewat pengasuhan. Cukup parah juga, jika itu yang terjadi. Namun, lebih buruk lagi kiranya jika pembentukan ini terjadi.”

Tips Voltaire untuk kesehatan

“ Kita mengorbankan kesehatan selama separuh hidup kita untuk mencari duit. Dalam separuh yang lain kita mengorbankan uang untuk raih kesehatan itu.”
“ Tak ada obat yang lebih mujarab utuk penyakit jiwa selain kesibukan serius dari pikiran kita dengan objek - objek lain.”
“Rahasia obat adalah mengalihkan perhatian pasien, sedangkan alam memulihkan dirinya sendiri.”
“Bila ada seorang dokter ke belakang peti mati seorang pasien, kadang - kadang penyebabnya sungguh sungguh mengikuti akibatnya.”

Tips Kant untuk kebahagiaan hidup

“ Tak seorang pun dapat memaksaku untuk berbahagia menurut caranya “
“ Kebahagiaan tak terdapat dimanapun di alam ini. Yang dapat dimenangkan oleh manusia hanyalah kehormatan untuk berbahagia.”
“ Kemiskinan tak boleh dibuat menjadi alat mata pencaharian bagi orang - orang yang malas.”

Tips Shcopenhauer untuk kutu buku

“ Alangkah baiknya membeli buku - buku, jika orang dapat sekaligus membeli waktu untuk membaca buku - buku itu. “
“ Membaca berarti berpikir tidak dengan kepala sendiri, melainkan dengan kepala orang lain.”
“ Syarat untuk membaca hal yang baik adalah bahwa orang tidak membaca hal yang buruk, karena hidup ini singkat dan waktu serta kekuatan terbatas.”

Tips Nietzsche untuk menentukan makna hidup

“ Barangsiapa mempunyai ‘mengapa’, dia dapat menempuh hampir setiap ‘bagaimana’.”
“ Hidup pada dasarnya berarti berada dalam bahaya”
“Sarana yang paling bagus untuk memulai hari adalah ketika bangun memikirkan apakah orang hari ini dapat menggembirakan sekurangnya satu manusia saja.”
  
Sumber :
Budi F. Hardiman, Filsafat Modern, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

About Love Story

“APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN”


Karena gue penyuka K-pop judul nya ada dua ye, hehehe 
pertama versi indonesia yaitu yang ono yang di atas
kedua versi korea judulnya eoteokajji tapi ceritanya tetep sama sihh hehehe, set dah gue udah kaya pidato aje cap cuss cinn hehehe :)


The story Begin (ala-ala novel kelas atas)
“Saya hanyalah  anak  yang  berumur 19 tahun yang tak tahu apa apa”
Aku ingin mengikat apa yang aku dengar dan saya rasakan. Mungkin itulah kebiasaanku, aku terlalu mudah untuk menangis ketika aku mendengar sesuatu yang menyakitkan. Aku bukan siapa-siapa hanyalah gadis berumur 19 tahun yang tak tahu apa-apa, sebelumnya hidupku mulus-mulus saja, sampai aku mendengar suatu kisah.............................

Skippp~
Liburan kuliah semester pertama aku habiskan dengan berkumpul bersama keluargaku, aku memang sudah lama menunggu moment ini, maklum saja aku jarang pulang, hingga aku sering mendapat predikat bu toyib dari teman-temanku J
Malam semakin larut aku belum bisa tidur, jadi aku putuskan untuk menonton tv diruang tv, malam ini sungguh sunyi, aku kira semuanya sudah tertidur ternyata ada bidadariku yang belum tidur yakni ibuku. Ibuku tiba-tiba membicarakan tentang seseorang yang pernah mengisi hatinya dulu.
Jadi begini ceritanya cah ayu, saat mamah berjualan di pasar tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya, dilihat dari potongannya sih cowok dan memakai helm, ketika sudah mendekat tiba-tiba orang itu berkata “ kamu masih ingat aku tidak?”, sembari membuka helmnya. Mamahku kaget ternyata “dia adalah orang yang pernah mengisi hari-harinya dulu”.ibuku menitikan air matanya , “sudahlah jangan menangis, bagaimana kabarmu?” tanya orang itu.
“baik wan, kamu bagaimana?”sahut ibuku
“aku baik tapi semuanya telah hilang” sahut wawan.
“apa maksudmu?” mamahku bertanya pada wawan.
~skip
Dua puluh lima tahun yang lau ibuku pernah punya kekasih namanya wawan, dia anak yang baik dan terpandang, tapi sayang takdir mereka yang tak memandang wawan, keluarga wawan orang yang berada, dan keluarganya juga sayang terhadap ibuku tapi sayang keluarga ibuku yang tak menyayangi wawan.
Ibuku menikah dengan ayahku, saat mengantarkan undangan pernikahan ibuku yang mengantarkan sendiri ke wawan, tapi sayang wawan sudah pergi entah kemana, ibu wawan mempersilahkan ibuku masuk ke kamar wawan, dan alangkah terkejutnya ternyata didalam kamar wawan masih tersimpan banyak sekali kenangan mereka yakni, foto, surat, dan barang-barang lain, ibuku hanya diam saja, ibuku akan menikah dan ibuku juga menyayangi calon suaminya.
~skip
“ hidupku hancur karena satu orang yang sangat aku cintai, aku meninggalkan semua yang telah dititipkan oleh tuhan padaku, sampai suatu saat titipan itu pergi satu-persatu, ayah, ibuku, hartaku, rumah dan semuanya, setiap hari aku selalu memikirkan kamu. Aku sudah tamat, aku bernapas setiap hari tapi aku seolah kehabisan oksigen setiap detik, aku bekerja setiap hari menyambung hidup tapi aku tak bisa menyambung hatiku, aku bekerja sebagai tukang becak yang selalu bergerak tapi ragaku tak bergerak, aku menjadi tukang parkir, tapi aku tak bisa menempatkan hatiku, aku bagai musim dingin dan aku tak mengenal musim-musim lainnya, aku tidak suka perempuan lain selain kamu, hingga aku berpikir apakah aku seorang homo? Tapi, aku juga menyintai kamu, aku juga tidak suka laki-laki, aku hanyalah orang yang sudah kehilangan hati, aku selalu melayang dengan air-air ini, tapi air ini tak pernah menerbangkan aku saat bersamamu, aku ingin kita seperti dulu , aku belum menikah sampai sekarang, sampai setua ini, mungkin orang-orang mengira aku sudah tidak waras, aku akan jawab iya, aku tidak waras karena kamu, yah memang aku sakit sudah dua puluh lima tahun ini, aku tidak waras, hingga aku berharap takdir memihak kita, aku ingin seperti dulu, saat dua puluh lima tahun yang lalu?.
Cecar wawan
“tidak bisa, tidak akan pernah bisa wan, aku memang seorang janda yang ditinggal mati suaminya, tapi aku cinta anak-anakku, aku sudah nyaman hanya dengan anak-anakku, aku.....” jawab ibuku
“hmmmmm, memang benar tidak akan ada kesempatan kedua dalam cinta, tapi aku tetap tidak akan menikah, aku akan selalu cinta kamu bahkan sampai aku sudah tidak bernyawa.” Sahut wawan dengan lembut
“maafkan aku wan, maaf, aku minta maaf” sahut ibuku

~tamat~



cerita ini hanya karangan penulis semata jadi bila ada kesamaan judul, nama, tokoh, de el el, tolong dimaapin ye, namanya juge, lagi belajaran nulis cerite hehehehe :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lirik lagu sepatu by Tulus

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Serentetan Pena Jiwa

                           semoga cerita ini memberi inspirasi untuk anda semua :D
Nurhayati, mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah semester dua. Itulah statusku saat ini dengan diamanahi sebagai salah satu mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. Beasiswa diperuntukan bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi dan berprestasi. Sebelum mendapat beasiswa ini, saya menjalani berbagai macam proses seleksi dan rintangan lainnya. Aku  masih ingat cerita sebelum mendapat beasiswa ini.
Berawal dari sebuah keluarga yang jauh dari kata “mapan”, keluargaku tinggal di Desa yang elok, di Kota Mangga, menjadi sebuah cerita dalam hidupku. Aku hidup bersama seorang ibu, seorang kakak laki-laki dan tiga orang adik perempuan. Jika kalian bertanya ayah, tolong jangan tanyakan karena air mata ini akan mengalir deras tanpa dikomando, ayahku meninggal dunia lima tahun yang lalu, saat aku duduk di kelas delapan, beliau meninggal dunia karena sakit jantung bengkak yang dideritanya. Sejak itu pula semuanya berubah dengan drastis, ibuku menjadi tulang punggung keluarga dan kakak laki-lakiku yang baru lulus SMA tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Ibuku menjadi pedagang di SD dan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) dari pagi sampai sore. Hal itu dilakukan untuk membiayai sekolahku dan adik-adikku yang masih duduk dibangku SD.
Saat memasuki kelulusan SMP aku merasa dalam kegelapan, aku divonis tidak bisa melanjutkan sekolah SMA, SMA adalah impianku saat itu, aku memang tidak sepintar anak-anak lain tapi apa salah aku ingin sekolah, sekolah juga mungkin impian anak di seluruh Indonesia, tetapi mungkin aku tidak bisa mencapai impianku itu.
Nothing is Imposibble itulah yang terjadi selanjutnya, Allah Swt. Memberikan jawaban atas segala masalah yang sedang dihadapi hambanya. Tiba-tiba ada seseorang tetangga yang mau menjadikan aku sebagai “anak angkat”nya dan akan disekolahkan SMA oleh tetanggaku itu. Ibuku menanyakan kepadaku hal tersebut dan aku menerimanya dengan senang hati.
Aku mempunyai dua keluarga. Aku mempunyai keluarga baru, keluarga baruku beranggotakan bapak angkat, ibu angkat, dan dua orang kakak laki-laki angkat. Keluarga angkatku sangat baik, aku dianggap seperti anak sendiri, hal ini membuat aku tidak enak hati, oleh karena itu sesuai perjanjian pula setiap pagi-pagi aku bangun kemudian berangkat dari rumahku menuju rumah keluarga angkatku, maklum saja aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan di rumahku sendiri, setelah sampai di rumah orang tua angkatku, aku mempunyai pekerjaan sendiri, pekerjaanku adalah menyapu dan mencuci piring sebelum berangkat sekolah, aku berangkat sekolah dari rumah ibu angkatku. Setelah sepulang sekolah aku pulang ke  rumah ibu angkatku, hal yang biasa aku lakukan dan menjadi rutinitasku sepulang sekolah adalah menyapu, menyetrika baju dan mengepel.
Rutinitas yang begitu padat. Saat semester satu kelas satu SMA aku sering mengantuk di kelas. Mugkin karena kecapekan, dan itu berdampak dalam nilai akademikku yang sering remidial saat ulangan. hal tersebut juga menjadi pelajaran untuku di semester selanjutnya.
Sungguh sayang hanya bertahan dua tahun aku ikut ibu angkatku. Tahun selanjutnya biaya hidupku di tanggung ibuku. Tepatnya saat kelas tiga SMA, saat membutuhkan biaya yang banyak.
Kelas tiga SMA, saatnya menempuh langkah selanjutnya. Sebenarnya aku tidak berani membayangkan apapun yang terjadi dihidupku kelak. Aku sudah cukup lelah menjalani semua ini. Mungkin aku akan bekerja di pabrik, bila untuk kuliah mau biaya dari mana ibu dan kakakku juga sepertinya tidak setuju.  Hal tersebut membuat motivasiku untuk jadi orang sukses pun mulai menurun.
Saat semester dua kelas tiga SMA, ada satu mata pelajaran yang di isi dengan Guru BK, pelajarannya di isi dengan motivasi melanjutkan keperguruan tinggi. Namanya Ibu Fifi, beliau memberitahukan tentang program Bidikmisi, kita bisa kuliah gratis dan untuk biaya hidup tidak perlu bingung karena akan diberi uang 600.000 setiap bulannya.
Aku sebenarnya ingin sekali kuliah, tetapi apa daya ibuku tidak pernah menjawab apa yang aku tanyakan pada ibu setiap kali aku ingin kuliah. Aku pun sering bercerita tentang masalahku ini ke Guru BK, lalu Guru BK ku menceritakan sesuatu tentang kakak kelasku yang kuliah dengan Bidikmisi dan seluruh perjuangan hidupnya. Aku jadi terinspirasi dengan kakak kelasku itu. Aku pun sering menhubungi kakak kelasku itu. Kakak kelasku selalu meberikan motivasi-motivasi kepadaku. Aku semangat sekali, aku mendaftar seleksi masuk penerimaan mahasiswa baru jalur undangan, aku bilang ke ibuku mengenai hal ini walau bagaimanapun aku meminta restu Ibuku.
Aku mulai memiliki harapan. Aku menunggu pengumuman seleksi itu berhari-hari, aku bahkan tidak memikirkan hasil ujian nasionalku.  Tetapi sungguh kenyataan berkata lain saat pengumuman itu tiba, aku dinyatakan tidak lolos seleksi mahasiswa baru bidikmisi melalui jalur undangan.
Aku melihat tulisan merah pada layar monitor Warnet. aku menangis sejadi-jadinya, aku tidak perduli dengan orang-orang di Warnet itu, tetapi untung saja waktu itu Warnet sedang sepi. Saat melihat pengumunan itu aku bersama sahabatku “sudah tidak apa-apa, kamu masih bisa ikut seleksi masuk jalur tes” sahutnya sambil mengelus punggungku. Sahabatku menenangkanku, tapi aku sangat pesimis, bagaimana tidak aku yakin pasti pesaingnya semakin banyak.
Akhirnya aku pulang dengan lemas dan aku ditanya oleh ibuku apa hasilnya baik. Aku menjawab aku belum lolos seleksi, ibuku menanggapinya dengan diam, ibu selalu diam mulai dari aku mengikuti tes dengan menyiapkan sesuatunya. Bahkan ketika air matakku mengalir ibuku merespons dengan datar. Ibu memang seperti itu. Lain halnya dengan ketiga adik-adikku yang menghibur bahkan sampai ada yang menggambar “mbak eneng anak kuliahan”, aku jadi menangis terharu, aku juga ingin ibuku memberikan motivasi untukku, ibu, ingin sekali rasanya engkau  mengucapkan sesuatu yang menyulut semangatku. Tidak apa-apa, aku harus menjadi orang yang kuat, untung saja aku mendapat motivasi dari Guru-guru, kakak kelasku, dan sahabatku.
Aku mulai mempelajari soal-soal seleksi masuk perguruan tinggi. Soal-soal itu  sulit untuk aku pelajari. Namun aku tidak boleh menyerah, aku tidak mau mengecewakan mereka yang telah mendukungku. Aku akan melakukan yang terbaik.
Akhirnya tiba pula tes seleksi masuk perguruan tinggi tersebut. Entah mengapa tiba-tiba tubuhku lemas sewaktu aku sedang mengerjakan soal, mungkin karena aku sedang tidak berada di kampung sendiri, aku mengikuti tes ini di Cirebon, aku menginap di rumah guru matematikaku untuk mengikuti tes tersebut. Jarak rumah guruku ke tempat tes cukup jauh dan jalannya agak membingungkan. Aku beruntung mempunyai guru sebaik Ibu Munaenih, beliau mengantarkanku berangkat serta pulang dari tes.
Hidup ini penuh tantangan dan harus bersabar, akupun bersabar menuggu pengumuman seleksi tes ini, aku pasrah akan apa yang terjadi. Saat pengumuman tiba, aku melihat di Warnet itu lagi, maklum saja aku tidak punya Laptop. Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, ketika melihat monitorpun aku terkejut, aku di terima di Universitas Negeri Semarang. Aku menangis bahagia, orang yang melihat di warnetpun bahagia ketika mendengar aku lolos seleksi di perguruan tinggi, negeri pula. Aku pun pulang ke rumah dan memberitahukan kepada ibuku tentang hal tersebut, Ibuku terkejut dan menangis dan kami akhirnya berpelukan. Ini pertama kalinya aku mendapat pelukan hangat dari ibuku kembali setelah sekian lama beliau terdiam.
Sampai  akhirnya rumahku di survei oleh pihak Unnes sebagai syarat Bidikmisi. Tepatnya oleh dua orang laki-laki yang semuanya mahasiswa. Unnes. Mereka mewawancarai Ibu dan aku. Mereka juga melihat-lihat sekeliling rumahku dan meminta rekening listrik. Setelah itu kemudian mereka pulang. Dan aku menunggu beberapa hari untuk seleksi Bidikmisi, Allahamdulillah aku lolos. Aku senang sekali akhirnya aku bisa kuliah, semua perjuanganku tidak sia-sia.

“Sebenarnya ibu juga ingin kamu kuliah anakku sayang, ibu diam bukan berti tak perduli nak, hanya saja ibu tak punya rupiah untuk bekalmu, ibu mana yang tidak ingin anaknya kuliah” ucap Ibukku ketika mau melepasku ke semarang. Aku pun jadi mengerti mengapa dulu ibu begitu kepadaku, yang jelas kita hidup berhak membuat mimpi kita menjadi nyata bagaimanapun sulitnya rintangan yang harus kita hadapi, nikmati saja, karena semua pasti akan baik baik saja, pasti memberikan sebuah rentetan warna-warni pena di memori dan jiwa kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS