Karya:nurhayati manan 085786400976
Kadang tujuan orang yang datang dihidup kita hanya sebagai pelajaran. Somehow kita satu circle pertemanan yang akrab banget. Aku melakukan semaunya dengan tulus. Walaupun aku tau "dia" sering diam diam post story wa dengan hide aku (seperti di club). Aku tau hal itu dari temanku. Awalnya biasa aja mungkin dia tidak mau menunjukan sisi aslinya. Semakin lama aku semakin kepikiran, "jangan-jangan yang dia tunjukan di story wa yg di hide adalah sebagian kecil sisi "liar"nya yang belum aku tahu. Bukan hanya itu, aku mengasihani dia, membantu dia dari hal terkecil sampai dia bisa terlepas dari masalahnya, karena dia "teman baikku" aku melihat semangatnya dalam hidup, aku kasihan padanya, makanya aku bantu. Seiring berjalannya waktu rasa kasihan itu berubah jadi rasa cinta. Aku tidak yakin dia cinta padaku. Dibenakku aku punya penilaian lain soal dia. Contoh kecilnya dari cara dia hide status wa nya yang membuat aku memiliki penilaian lain. Sampai pada suatu waktu aku melihat dia "show his love to another woman". Aku merasa kecewa. Aku blokir dia. Berbulan bulan dia mencoba suatu berkomunikasi denganku namun aku tetap tidak membuka blokiran wanya. Sampai suatu hari aku luluh, aku mencoba lagi berkomunikasi, menurutku hubungan bersama dia semakin baik. Sampai pada suatu malam dia ingin bertemu denganku. Aku pun mau (dalam hatiku aku ingin dia menyatakan cintanya padaku). Yang terjadi malam itu hanya makan dan cerita biasa saja. Malam itu juga, dia mengirim pesan padaku dan minta maaf karena dia memiliki ego yang tinggi, tapi aku tak mengerti maksudnya apa. Sampai suatu hari kita tetap chat seperti biasa dan aku sudah muak dengan semua ini. Aku chat dia dengan kode keras meminta kepastian atas tindakannya. Namun yang ku dapat "zonk". Kembali lagi aku kecewa, aku blok wa dia. Seminggu aku blokir wanya lalu kubuka lagi dan you know, sehari setelah kubuka di info wa nya ada nama seorang wanita dengan tanda love, dan kembali lagi aku kecewa dan sakit hati. Aku beranikan diri chat dia duluan dan menanyakan hubungannya, dia jawab hanya teman (bohongnya) dan dia juga menanyakan kenapa memblokir wa, dia minta maaf, dan aku meminta maaf akan waktunya, aku berterimakasih padanya. Aku blokir kembali wa nya. Sebulan kemudian, dia chat dan dia minta maaf, aku balas singkat, beberapa hari kemudian dia kirim pesan melalui wa dan dia menanyakan kabar,namin aku tidak balas, siangnya dia menanyakan apakah aku marah, aku balas dengan kata kata pedas padanya kita jalani hidup masing-masing dan aku merasa terganggu akan dia. Dia tak pernah wa aku lagi. Sampai takdir membuat temanku sekantor dengannya dan aku dalam kondisi yang tidak baik baik saja"aku jobless" dia chat aku lagi. Menanyakan kabar (seperti basa-basi) dan ingin bertemu. Aku balas next time. Karena aku sudah muak, aku sudah capek, kondisiku sedang begini harusnya dia bisa berikan bantuan real lebih, minimal sama seperti yang aku lakukan dulu, namun tidak. Kami jalani hidup masing-masing sekarang. Tidak apa, rasa sakitku, kecewaku sudah hilang sekarang. Aku sudah dapat kerja yang baik, aku melepaskannya tapi aku tak membuat dinding yang tinggi. Aku tidak munafik mungkin aku masih mencintainya tapi aku sekarang aku hanya bergantung pada Tuhan saja, biar dipersatukan apabila dia jodohku, kalaupun tidak aku melepaskan dengan seiklas iklasnya.





