“APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN”
Karena gue penyuka K-pop judul nya ada dua ye, hehehe
pertama versi indonesia yaitu yang ono yang di atas
kedua versi korea judulnya eoteokajji tapi ceritanya tetep sama sihh hehehe, set dah gue udah kaya pidato aje cap cuss cinn hehehe :)
The story Begin (ala-ala novel kelas atas)
“Saya
hanyalah anak yang
berumur 19 tahun yang tak tahu apa apa”
Aku ingin mengikat apa yang aku dengar dan
saya rasakan. Mungkin itulah kebiasaanku, aku terlalu mudah untuk menangis
ketika aku mendengar sesuatu yang menyakitkan. Aku bukan siapa-siapa hanyalah gadis berumur 19 tahun
yang tak tahu apa-apa, sebelumnya hidupku mulus-mulus saja, sampai aku
mendengar suatu kisah.............................
Skippp~
Liburan kuliah semester pertama aku habiskan
dengan berkumpul bersama keluargaku, aku memang sudah lama menunggu moment ini,
maklum saja aku jarang pulang, hingga aku sering mendapat predikat bu toyib
dari teman-temanku J
Malam semakin larut aku belum bisa tidur,
jadi aku putuskan untuk menonton tv diruang tv, malam ini sungguh sunyi, aku
kira semuanya sudah tertidur ternyata ada bidadariku yang belum tidur yakni
ibuku. Ibuku tiba-tiba membicarakan tentang seseorang yang pernah mengisi
hatinya dulu.
Jadi begini ceritanya cah ayu, saat mamah
berjualan di pasar tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya, dilihat dari
potongannya sih cowok dan memakai helm, ketika sudah mendekat tiba-tiba orang
itu berkata “ kamu masih ingat aku tidak?”, sembari membuka helmnya. Mamahku
kaget ternyata “dia adalah orang yang pernah mengisi hari-harinya dulu”.ibuku
menitikan air matanya , “sudahlah jangan menangis, bagaimana kabarmu?” tanya
orang itu.
“baik
wan, kamu bagaimana?”sahut ibuku
“aku
baik tapi semuanya telah hilang” sahut wawan.
“apa
maksudmu?” mamahku bertanya pada wawan.
~skip
Dua puluh lima tahun yang lau ibuku pernah
punya kekasih namanya wawan, dia anak yang baik dan terpandang, tapi sayang
takdir mereka yang tak memandang wawan, keluarga wawan orang yang berada, dan
keluarganya juga sayang terhadap ibuku tapi sayang keluarga ibuku yang tak
menyayangi wawan.
Ibuku menikah dengan ayahku, saat
mengantarkan undangan pernikahan ibuku yang mengantarkan sendiri ke wawan, tapi
sayang wawan sudah pergi entah kemana, ibu wawan mempersilahkan ibuku masuk ke
kamar wawan, dan alangkah terkejutnya ternyata didalam kamar wawan masih
tersimpan banyak sekali kenangan mereka yakni, foto, surat, dan barang-barang
lain, ibuku hanya diam saja, ibuku akan menikah dan ibuku juga menyayangi calon
suaminya.
~skip
“
hidupku hancur karena satu orang yang sangat aku cintai, aku meninggalkan semua
yang telah dititipkan oleh tuhan padaku, sampai suatu saat titipan itu pergi
satu-persatu, ayah, ibuku, hartaku, rumah dan semuanya, setiap hari aku selalu
memikirkan kamu. Aku sudah tamat, aku bernapas setiap hari tapi aku seolah
kehabisan oksigen setiap detik, aku bekerja setiap hari menyambung hidup tapi
aku tak bisa menyambung hatiku, aku bekerja sebagai tukang becak yang selalu
bergerak tapi ragaku tak bergerak, aku menjadi tukang parkir, tapi aku tak bisa
menempatkan hatiku, aku bagai musim dingin dan aku tak mengenal musim-musim
lainnya, aku tidak suka perempuan lain selain kamu, hingga aku berpikir apakah
aku seorang homo? Tapi, aku juga menyintai kamu, aku juga tidak suka laki-laki,
aku hanyalah orang yang sudah kehilangan hati, aku selalu melayang dengan
air-air ini, tapi air ini tak pernah menerbangkan aku saat bersamamu, aku ingin
kita seperti dulu , aku belum menikah sampai sekarang, sampai setua ini,
mungkin orang-orang mengira aku sudah tidak waras, aku akan jawab iya, aku
tidak waras karena kamu, yah memang aku sakit sudah dua puluh lima tahun ini,
aku tidak waras, hingga aku berharap takdir memihak kita, aku ingin seperti
dulu, saat dua puluh lima tahun yang lalu?.
Cecar
wawan
“tidak
bisa, tidak akan pernah bisa wan, aku memang seorang janda yang ditinggal mati
suaminya, tapi aku cinta anak-anakku, aku sudah nyaman hanya dengan anak-anakku, aku.....” jawab ibuku
“hmmmmm,
memang benar tidak akan ada kesempatan kedua dalam cinta, tapi aku tetap tidak
akan menikah, aku akan selalu cinta kamu bahkan sampai aku sudah tidak
bernyawa.” Sahut wawan dengan lembut
“maafkan
aku wan, maaf, aku minta maaf” sahut ibuku
~tamat~
cerita ini hanya karangan penulis semata jadi bila ada kesamaan judul, nama, tokoh, de el el, tolong dimaapin ye, namanya juge, lagi belajaran nulis cerite hehehehe :)






0 komentar:
Posting Komentar