Sebuah Jalan

"Dingin, kenapa hati mereka begitu dingin" ujar salah satu anak jalanan yang bernama gentar, harapan kedua sebelum meninggal biar menjadi anak yang tangguh.
"biasa lah, aku sudah sering menemui orang dewasa yang seperti itu??"ujar adiknya estari. 
"hahahahhahaha...." mereka berdua tertawa. umur mereka masih sangat muda, yahh muda sekali, sekitar 7 tahun, mereka dibesarkan oleh jalanan. jalanan memang luas kawan tak kalah luas dengan langit di atas sana. 
hari mulai padam mereka pulang ke rumah mereka masing-masing, yahh rumah, rumah yang sangat indah dan romantis, jika malam kau bisa melihat cahaya bintang dan jika hujan kau akan terselimuti kedinginan, di emperan toko dengan kasur-kasur coklat yang keras. tetapi mereka dengan asyiknya dapat memejamkan mata.
hari sudah terang kembali dengan bunyi kokokan ayam mereka bergegas pergi sebelum sang majikan toko murka, mereka berdua terlalu takut untuk itu.
hmmmm, "ka, ayo kita bersenang-senang hari ini" ajak estari.
ayoo. . 
lalu mereka bertebaran dijalanan bernyanyi untuk melanjutkan hidup yang indah ini.
brukkkkkk, "kakak ada orang ketabrak mobil" teriak estari
gentar hanya berdiri melongo melihatnya, tak ada yang mau mendekati korban, orang dewasa itu sibuk jalan di jalanan raya ini seolah-olah berjalan di jalan mereka sendiri-sendiri.
tolonggggggg~tolonggggg ada orang ketabrakkkk gentar berteriak sekencang-kecangnya. . . . 


kita memang mempunyai jalan hidup kita masing massing tetapi kita juga wajib memperhatikan yang ada disekitar kita, hidup memang perlu kebahagiaan  tapi hidup juga butuh ketentraman atas sesama.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar